Skip to main content

KEAGUNGAN ISRO MIROJ MENURUT BAHASA





KEAGUNGAN ISRA MIROJ DARI SEGI BAHASA

            Nabi Muhammad shallahu alaihi wa salam, sosok pribadi yang agung. Dalam menjalankan misi dakwah Beliau yang agung ini, Beliau diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk melaksanakan Isro mi’roj dari Makkah menuju Masjid Aqso dan menuju Langit ke tujuh, dalam peristiwa ini juga banyak kejadian yang menunjukan betapa agungnya Nabi Akhir zaman ini, kalaupun sungai nil dijadikan tinta saya rasa tidak akan cukup untuk menuliskan keagungan Beliau.

             Isro mi’roj merupakan Mu’jizat yang amat besar yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad shallahu alaihi wa salam dan Allah Swt telah berfirman dalam Al-Quran :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. Al-Isra` : 1)

Ketika di Masjid Aqso, Allah Swt mengumpulkan para nabi-Nya dan menjadikan Nabi Muhammad Saw imam bagi mereka Semua. Ini merupakan salah satu tanda keagungan Nabi Muhammad Saw yang Allah tunjukan kepada nabi-nabi-Nya shalawat serta salam untuk mereka semua.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama Isro Mi’roj merupakan bahasa Arab. “Isro sendiri memiliki arti perjalanan di malam hari dan mi’roj merupakan peristiwa naiknya Nabi Muhammad ke langit, jelaslah juga bahwa kejadian ini terjadi pada malam hari, namun mengapa disana masih tertulis  لَيْلًا jika memang peristiwa ini terjadi di malam hari.                                                 Dalam bahasa Arab maksud dari kata “laylan” merupakan kata tambahan yang memiliki faidah sebagai penekanan, lalu apa tujuan dari tambahan kata ini, Maulana Syeikh A’la Musthafa Naimah mejelaskan dalam majlisnya bahwa kata tambah disini merupakan petunjuk dan pengingat dari Allah Swt bahwa malam hari merupakan waktu untuk bermunajat kepada-Nya dan dianjurkan bagi kita untuk menghidupkanya.
 Dan dari segi bahasa kalimat Isro Miroj memiliki makna menakjubkan yang menunjukan keagungan nabi Muhammad shallahu alaihi wa salam. Tertulis di ayat di atas tadi  سبحان الذي أسري , mengapa Allah tidak menuliskan dalam al-Quran dengan    سبحان الله قد أسري padahal kalimat ini lebih jelas tapi justru di Al-Quran tertulis "سبحان الذي أسري" .  Menurut para Ahli bahasa Arab kata “ الذي”   merupakan Ism mausul yang salah satu faidahnya menunjukan hal yang dekat, maka Allah swt memakai ism mausul di al-Quran sebagai pertanda bahwa Nabi Muhammad merupakan Hamba-Nya yang paling dekat dengan-Nya, jika kita lihat kembali kepada ayat ini, setelah ism mausul tertulis kata أسري"seperti yang sudah kita pahami tadi bahwa ism mausul memiliki faidah menunjukan hal yang dekat, pada awal kata أسري"tertulis huruf “Alif” yang mana merupakan awal huruf hijaiyah, Nabi Muhammad merupakan hamba-Nya yang terdekat dengan-Nya sekaligus hamba-Nya yang pertama (pertama dalam banyak hal) diriwayatkan dalam hadis bukhori Nabi Muhammad bersabda “aku sudah menjadi Nabi dan Adam masih dalam (pembentukan) ruh dan jasadnya”  dan di akhir kata itu juga terdapat huruf “Ya” yang mana merupakan huruf terakhir dalam hijaiyah dari sini kita paham bahwa beliau merupakan yang terakhir (utusan Allah yang terakhir) sebagai penutup para nabi dan jika kita lihat di tengah kita menemukan huruf “Sa dan Ra” bisa dibaca “sirr” سرmemiliki arti rahasia, disinilah terdapat tafsir dari firman Allah فأوحي إلي عبده ما أوحي"artinya “lalu disampaikanya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah”. Tidak ada yang tahu dari kita semua apa yang Allah Wahyukan padanya pada saat itu kecuali Allah dan Sayiduna Rasulullah. wallahu a'lam bishowab.

Dan masih banyak lagi keagungan lainya yang terjadi di malam Isra Miraj Rasulullah Saw, InsyaAllah akan saya lanjutkan di kesempatan selanjutnya.
Sekian semoga bermanfaat dan terima kasih.

Sumber :
    - Majlis bersama Syaikh A'la Mustofa Naimah
    - Kitab ufuq adzomah Muhamadiyah


Comments

Popular posts from this blog

Backpacker Luxor Aswan Low Budget untuk Masisir 2020

Ngeteng Backpacker Aswan & Luxor Sebagian orang memilih untuk berpergian sebagai backpacker daripada berpergian bersama agen travel, selain harga yang lebih murah, kadang dengan bacpacker kita menemui tantangan tersendiri dalam sebuah perjalanan, yang mana semua ini bisa menjadi cerita, pengalaman, dan pembelajaran yang berkesan tersendiri dalam hidup ini. Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi bagaimana cara ngeteng atau backpackeran dari Cairo ke Aswan (Abu Simbel) dan Luxor dengan budget minim, ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum melakukan perjalanan ini : 1.       Tasreh daim (kartu wisata dari kementrian mesir)  2.       ID (kerneh / paspor / atau keduanya) 3.       Persiapan pribadi (baju, obat, makanan, dll) Setelah mempersiapkan hal-hal ini, kita langsung menuju ke stasiun kereta Ramsis, untuk pembelian tiket kereta berada dibagian dalam stasiun, jadi kita masuk ke dala...

Sang Pencetak Waliyullah ABU ABBAS AL-MURSI

Langit-langit masjid Abu Abbas al-Mursi Sang Pencetak Waliyullah, Abu Abbas al-Mursi Peran seorang pendidik tidak akan pernah lepas dari orang-orang hebat, dari dulu hingga sekarang banyak tokoh-tokoh hebat dan ulama-ulama besar terlahir karena guru yang hebat, karena buah jatuh tidak akan jauh dari pohonya. Seperti inilah gambaran seorang guru hebat Al-Imam Syihabuddin Abu al-Abbas bin Ahmad bin Umar Al-Anshory Al-Mursi atau dikenal   juga dengan Abu Abbas al-Mursi. Al-Mursi lahir pada 616 H (1219 M) di kota Marsiyyah, salah satu kota di Andalus Spanyol dan meninggal pada   686 H (1287 M) dan di makamkan di Alexandria Mesir. Beliau adalah seorang guru yang sukes dalam mendidik murid-muridnya, seorang sufi yang dekat dengan Allah dan Rasul-Nya, dikisahkan di buku Al- Th aifu Al-Mina n beliau berkata : “ jika sesaat saja saya tidak bertemu dengan Rasulillah Saw. Maka saya tidak akan bisa hidup di dunia ini ”. Pernyataan ini menjelaskan kecintaan beliau yang sangat...